Kamis, 06 Mei 2010

materi tentang plot cerpen

PLOT
--------

Yang lebih dekat dengan pengertian plot dalam bahasa Indonesiaadalah Alur.
Alur merupakan jalannya cerita atau rangkaian peristiwa/ kejadian yang sambung-
bersambung. Alur atau jalan cerita berisi rentetan peristiwa-peristiwa yang
saling terkait. Dengan adanya peristiwa-peristiwa yang saling terkait maka
terciptalah suatu cerita.
Plot menggambarkan alur/ jalan cerita beserta alasan-alasan/ sebab-sebab
peristiwa terjadi dari awal sampai akhir cerita.

Plot dapat dibayangkan sebagai kerangka tubuh manusia yg menopang tubuh
manusia sehingga mampu berdiri tegak atau dapat dibayangkan seperti
jalan kereta api yg tanpa putus menghubungkan kota [peristiwa] satu dengan
kota [peristiwa] lainnya.
Plot dibuat oleh pengarang sebelum menuliskan rincian cerita agar
pengarang tidak nyasar dalam menentukan arah cerita sehingga cerita
yg akan dibuat lebih terpadu/ memiliki tahapan peristiwa yg saling terkait
dan jelas alasannya bagi pengarang mengapa peristiwa-peristiwa tsb
perlu terjadi dan dalam urutan yg demikian di dalam cerita.

Cerpen biasanya berplot tunggal yaitu hanya satu rentetan peristiwa sampai
akhir cerita yang mengandung unsur awal berupa pemaparan (eksposisi),
unsur Konfliks dan unsul akhir/ penyelesaian.
Berbeda dengan novel yg bisa berplot ganda/ jamak, dimana ada beberapa
plot dalam cerita misalnya plot utama, plot pelengkap dsb.

Struktur plot secara umum dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
awal, tengah dan akhir.

BAGIAN AWAL:
Pada bagian awal akan terjadi proses pemaparan (eksposisi), rangsangan
atau titik/ unsur instabilitas.
Bagian awal bisa merupakan rangsangan/ pemanasan bagi pembaca untuk
siap meneruskan bacaannya menghadapi konflik yang menegangkan pada
bagian tengah.
Titik instabilitas adalah peristiwa yg bersifat terbuka, yg dapat dikembangkan
terus pada peristiwa berikutnya.
Pemaparan pada bagian awal misalnya dengan cara memperkenalkan para
pelaku dan wataknya, tempat, waktu, suasana peristiwa awal.

BAGIAN TENGAH/ KLIMAKS/ KONFLIKS:
Bagian tengah merupakan peristiwa yg menunjukkan suasana puncak konfliks/
puncak pertikaian/ bertemu dan beradunya berbagai kekuatan dari para tokoh.
Pada bagian konfliks, pengarang akan berusaha melibatkan/ mempengaruhi
emosi/ perasaan pembaca sehingga timbul rasa sedih/ kesal/benci/marah pada
diri pembaca membayangkan tingkah laku tokoh/ keadaan peristiwa konfliks tsb .

Konflik dapat dibedakan atas 4 jenis:
a) Konflik kejiwaan:
Konflik yg terjadi pada diri tokoh itu sendiri/ menentang dirinya sendiri.
b) Konflik sosial/ Horizontal:
Konflik antara seorang tokoh dengan tokoh lain atau masyarakat.
c) Konflik alamiah:
Konflik antara tokoh dengan alam karena tokoh tidak dapat menguasai/ menyesuaikan
diri dengan alam sekitarnya dsb.
d) Konflik vertikal:
Konflik tokoh dengan Tuhan-nya/ Dewa-nya. Konflik ini bisa juga dimasukkan dalam
kategori Konflik kejiwaan.


BAGIAN AKHIR:
Bagian akhir merupakan peristiwa penyelesaian/ pemecahan terhadap konfliks yg terjadi
atau peristiwa yg menggambarkan hasil dari konfliks yg telah terjadi pada peristiwa
sebelumnya.


Skema plot:

Awal Tengah/Konflik Akhir
----------------------------------------------------------------------- waktu cerita


Perlu diperhatikan bahwa dalam menyusun cerita, tidak harus selalu dimulai dari
"Awal" yg memberikan pemaparan para tokoh/ tempat/ waktu. Bisa saja susunan
peristiwa dibalik dimana cerita dimulai dari konfliks (bagian tengah), lalu masuk
ke bagian "Awal" atau bahkan cerita dimulai dari bagian "Akhir", lalu bergerak ke
bagian "Awal" dan "Konfliks" dsb.


Ada banyak ragam atau jenis plot/ alur al:
1) Plot maju/ progresif/kronologis:
Plot dengan menyusun peristiwa mulai dari susunan bagian "Awal", lalu "Konfliks"
dan "Akhir" sesuai dengan realitas cerita. Jadi susunan peristiwa mengikuti skema
plot tsb diatas.

2) Plot mundur/ Flash-back/ back-tracking/sorot-balik/regresif:
Plot yang yg menyusun peristiwa dengan terbalik yaitu bagian "Tengah"
atau bagian "Akhir" diceritakan pada permulaan/ pembukaan cerita, tanpa mengikuti
urutan/ rentetan realitas cerita.
Sorot balik dapat dilakukan dengan teknik mengenang masa lalu/ membicarakan
masa lalu/ mimpi dsb.

3) Plot campuran:
Plot yang merupakan kombinasi antara progresif dan regresif, dimana pada
saat peristiwa sedang maju terus, lalu terjadi lingkaran flash-back, kemudian
berlanjut lagi meneruskan peristiwa kearah maju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar